tugas K3

10 Jun

Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

 

  • Faktor Teknis

–          Faktor Alat

Kondisi suatu peralatan baik itu umur maupun kualitas sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Alat-alat yang sudah tua kemungkinan rusak itu ada. Apabila alat itu sudah rusak, tentu saja dapat mengakibatkan kecelakaan.Melakukan peremajaan pada alat-alat yang sudah tua dan Melakukan kualitas kontrol pada alat-alat yang ada di tempat kerja.Itu penting untuk mencegah hal2 yang tidak kita inginkan.

 

  • Faktor Non – Teknis

–          Faktor manusia

~ Ketidaktahuan…
Dalam menjalankan mesin-mesin dan peralatan otomotif diperlukan pengetahuan yang cukup oleh teknisi.Apabila tidak maka dapat menjadi penyebab kecelakaan kerja. Pengetahuan dari operator dalam menjalankan peralatan kerja, memahami karakter dari masing-masing mesin dan sebagainya, menjadi hal yang sangat penting, mengingat apabila hal tersebut asal-asalan, maka akan membahayakan peralatan dan manusia itu sendiri.

~ Kemampuan yang kurang…

Tingkat pendidikan teknisi otomotif sangat dibutuhkan untuk proses produksi dan proses maintenance atau perawatan. Orang yang memiliki kemampuan tinggi biasanya akan bekerja dengan lebih baik serta memperhatikan faktor keslamatan kerja pada pekerjannya. Oleh sebab itu, untuk selalu mengasah kemampuan akan menjadi lebih baik.

~ Ketrampilan yang kurang…
Setelah kemampuan pengetahuan teknisi baik, maka diperlukan latihan secara terus-menerus.Hal ini untuk lebih selalu mengembangkan ketrampilan gunasemakin meminimalkan kesalahan dalam bekerja dan mengurangi angka kecelakaan kerja.Di dunia keteknikan, kegiatan latihan ini sering disebut dengan training.

~ Konsentrasi yang kurang Dalam melaksanakan pekerjaan dituntut konsentrasi tinggi…
Mesin-mesin yang beroperasi, berputar, atau bergerak tidak memiliki toleransi apabila kita salah dalam mengoperasikan atau menjalankan mesin tersebut.Banyak sekali hal yang dapat menyebabkan hilangnya konsentrasi manusia, seperti masalah pribadi atau keluarga, tekanan ekonomi, maupun faktor-faktor yang datangnya dari lingkungan seperti kondisi ruangan yang panas, atau terlalu dingin, suara yang berisik, mesin yang bising dan lain sebagainya.Oleh karena itu, faktor psikologis manusia dan lingkungan harus dikondisikan agar manusia nyaman dalam bekerja sehingga mengurangi angka kecelakaan kerja.

~ Bermain-main…
Karakter seseorang yang suka bermain-main dalam bekerja, bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya angka kecelakaan kerja. Demikian juga dalam bekerja sering tergesa-gesa dan sembrono juga bisa menyebabkan kecelakaan kerja.Oleh karena itu, dalam setiap melakukan pekerjaan sebaiknya dilaksanakan dengan cermat, teliti, dan hati-hati agar keselamatan kerja selalu bisa terwujud.Terlebih lagi untuk pekerjaan yang menuntut adanya ketelitian, kesabaran dan kecermatan, tidak bisa dilaksanakan dengan berkerja sambil bermain.

~ Bekerja tanpa peralatan keselamatan…
Pekerjaan tertentu, mengharuskan pekerja menggunakan peralatan keselamatan kerja.Peralatan keselamatan kerja dirancang untuk melindungi pekerja dari bahaya yang diakibatkan dari pekerjaan yang baru dilaksanakan.Dengan berkembangnya teknologi, saat ini telah dibuat peralatan keselamatan yang nyaman dan aman ketika digunakan.Perlatan keselamatan tersebut diantaranya pakaian kerja (wearpack), helm pengaman, kacamata, kacamata las, sarung tangan, sepatu kerja, masker penutup debu, penutup telinga dari kebisingan, tali pengaman untuk pekerja di ketinggian dan sebaginya.Terkadang orang yang sudah merasa mahir justru tidak menggunakan peralatan keselamatan, misal dalam mengelas tidak menggunakan topeng las. Hal ini sangatlah salah, pekerja yang mahir dan profesional justru selalu menggunakan peralatan keselamatan kerja untuk menjaga
kualitas pekerjaan yang terbaik serta keselamatan dan kesehatan dirinya selama bekerja.

~ Mengambil resiko yang tidak tepat…
Karena tidak mau repot dalam bekerja, orang kadang melakukan hal-hal yang tidak mencerminkan tindakan yang selamat. Sebagai contoh, pekerja malas mengambil topeng las di rak keselamatan kerja, langsung mengelas tanpa pelindung mata. Tanpa di duga, ada percikan api las yang mengenai mata. Setelah dilakukan pengobatan, ternyata besarnya biaya pengobatan tidak sebanding dengan beberapa detik mengambil peralatan keselamatan kerja.Demikian juga dengan mesin, sudah tahu bahwa oli sudah waktunya diganti, karena hanya menyisakan pekerjaan sedikit saja, oli mesin tidak diganti. Ternyata dengan kualitas oli yang jelek, justru mesin menjadi panas (overheating) dan harus turun mesin,dengan biaya yang jauh lebih tinggi, ditambah tetap harus mengganti oli.

~ Latar Belakang Pendidikan…
Latar belakang pendidikan banyak mempengaruhi tindakan seseorang dalam bekerja. Orang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi cenderung berpikir lebih panjang atau dalam memandang sesuatu pekerjaan akan melihat dari berbagai segi. Misalnya dari segi keamanan alat atau dari segi keamanan diri. Lain halnya dengan orang yang berpendidikan lebih rendah, cenderung akan berpikir lebih pendek atau bisa dikatakan ceroboh dalam bertindak. Misalnya Ketika kita melakukan pekerjaan yang sangat beresiko terhadap kecelakaan kerja tetapi kita tidak memakai peralatan safety dengan benar. Hal ini yang tentunya dapat menimbulkan kecelakaan

~ Psikologis…
Faktor Psikologis juga sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja. Psikologis seseorang sangat berpengaruh pada konsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan. Bila konsentrasi sudah terganggu maka akan mempengaruhi tindakan-tindakan yang akan dilakukan ketika bekerja. Sehingga kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi. Contoh faktor psikologis yang dapat mempengaruhi konsentrasi adalah :
-Masalah-masalah dirumah yang terbawa ke tempat kerja.
-Suasana kerja yang tidak kondusif.
-Adanya pertengkaran dengan teman sekerja.

– Faktor lingkungan
~Tempat kerja yang tidak layak…
Tempat kerja harus memenuhi syarat-syarat keselamatan kerja, seperti ukuran ruangan tempat kerja, penerangan, ventilasi udara, suhu tempat kerja, lantai dan kebersihan luangan, kelistrikan ruang, pewarnaan, gudang dan lain sebagainya.Jika tempat kerja tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, maka kecelakaan kerja sangat mungkin terjadi.

~Kondisi peralatan yang berbahaya…

Mesin-mesin dan peralatan kerja pada dasarnya mengandung bahaya dan menjadi sumber terjadinya kecelakaan kerja. Misalnya karena mesin atau peralatan yang berputar, bergerak, bergesekan, bergerak bolak-balik, belt atau sabuk yang berjalan, roda gigi yang bergerak, transmisi serta peralatan lainnya. Oleh karena itu, mesin dan perlatan yang potensial menyebabkan kecelakaan kerja harus diberi pelindung agar tidak membahayakan operator atau ,manusia.

~Bahan-bahan dan peralatan yang bergerak…
Pemindahan barang-barang yang berat atau yang berbahaya (mudah meledak, pelumas, dan lainnya) dari satu tempat ke tempat yang lain sangat memungkinkan terjadi kecelakaan kerja. Untuk menghindari kecelakaan kerja tersebut, perlu dilakukan pemikiran dan perhitungan yang matang, baik metode memindahkannya, alat yang digunakan, jalur yang akan di lalui, siapa yang bisa memindahkan dan lain sebagainya. Untuk bahan dan peralatan yang berat diperlukan alat bantu seperti forklift. Orang yang akan mengoperasikan alat bantu ini harus mengerti benar cara menggunakan forklift, karena jika tidak, kemungkinan akan timbul kesalahan dan mengancam keselamatan lingkungan maupun tenaga kerja lainnya.

~Transportasi…
Kecelakaan kerja yang diakibatkan dari penggunaan alat transportasi juga cukup banyak. Dari penggunaan alat yang tidak tepat (asal-asalan), beban yang berlebihan (overloading), jalan yang tidak baik (turunan, gelombang, licin, sempit), kecepatan kendaraan yang berlebihan, penempatan beban yang tidak baik, semuanya bisa berpotensi untuk terjadinya kecelakaan kerja.
Upaya untuk mengatasi hal tersebut di atas, diantaranyaadalah memastikan jenis transportasi yang tepat dan aman, melaksanakan operasi sesuai dengan standart operational procedure (SOP), jalan yang cukup, penambahan tanda-tanda keselamatan, pembatasan kecepatan, jalur khusus untuk transportasi (misal dengan warna cat) dan lain sebagainya.

 

 

 

 

 

  • Faktor Alam

– Banjir

– Tanah Longsor

– Gempa Bumi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara Pencegahan Penyebab Kecelakaan Kerja

 

Terjadinya kecelakaan kerja merupakan suatu kerugian baik itu bagi korban kecelakaan kerja maupun terhadap perusahaan (organisasi). Upaya pencegahan kecelakaan kerja diperlukan untuk menghindari kerugian-kerugian juga untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja di tempat kerja.

Berdasarkan teori domino effect penyebab kecelakaan kerja H.W. Heinrich, maka terdapat berbagai upaya untuk mencegah kecelakaan kerja di tempat kerja, antara lain :

  1. Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Pengendalian Bahaya Di Tempat Kerja :
    • Pemantauan dan Pengendalian Kondisi Tidak Aman
    • Pemantauan dan Pengendalian Tindakan Tidak Aman
  2. Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Pembinaan dan Pengawasan :
    • Pelatihan dan Pendidikan
    • Konseling dan Konsultasi
    • Pengembangan Sumber Daya ataupun Teknologi
  3. Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Sistem Manajemen :
    • Prosedur dan Aturan
    • Penyediaan Sarana dan Prasarana
    • Penghargaan dan Sanksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Macam-Macam Alat Keselamatan Kerja

 

Alat Pengaman Diri (APD) digunakan sesuai jenis pekerjaan dan bahaya untuk meminimalisir kemungkinan yang terjadi saat bekerja. Dan sudah disahkan di Permenaker No. 8 tahun 2011 tentang APD.

 Diantaranya :

  • SAFETY HELMET

 

Tentang

 

Safety Helmet adalah Helmet yang sudah di desain sebagaimana macam rupanya untuk melindungi kepala sang pemakai dari benturan. Dan ini sangat dibutuhkan apalagi bagi pekerja kontraktor gimana nanti jika kita bekerja ada benda yang jatuh ke kapala kita ini akan sangat melindungi kepala kita dan hanya membuat kepala kita pening.

 

Tapi sangat disayangkan helmet yang benar benar helmet sangat mahal makanya banyak helm KW (5.000 rupiah) hehee seperti yang dikatakan dosen saya.

 

 

Fungsi

 

Berfungsi untuk pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai benda secara langsung.

 

Keterangan

 

Sering digunakan di area kerja kilang minyak, pabrik pupuk, proyek pembangun gedung dan lainnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  •  MASKER (RESPIRATOR)

 

 

Tentang

 

Masker pada dasarnya masker membantu memfilter udara yang masuk ke hidung kita. Tentu saja masker sangat berguna apalagi jika ketika bekerja di udara yang kotor. Bayangkan jika banyak udara kotor yang masuk ke hidung kita menyebabkan paru paru kita rusak tentunya.

 

Fungsi

 

Sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja dengan kuliatas udara buruk.

 

Keterangan

 

Penelitian di Beijing, Cina dan India (yang notabene tingkat polusi menyerupai kondisi polusi di Jakarta), pemakaian face mask mengurangi gejala-gejala penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan denyut nadi. Selain itu, fungsi paru-paru mereka yang menggunakan face mask lebih baik bila dibanding mereka yang tidak memakai masker.

 

 

  •  KACA MATA PENGAMAN (SAFETY GLASSES)

 

 

 

 

 

Tentang

 

Yup satu lagi alat yang sangat berguna melindungi mata kita yaitu kaca mata. Biasanya kalau dalam pekerjaan yang digunakan pada saat melakukan pekerjaan-pekerjaan khusus seperti memecah batu, mengelas, menggerinda dan sebagainya.

 

Fungsi

 

Sebagai pelindung mata ketika bekerja ( seperti : mengelas, mengebor)

 

Keterangan

 

Banyak sekali pekerja yang tidak memakai kacamata kerja tidak sesuai prosedur sehingga kecelakaan bisa terjadi. 

 

  •  PELINDUNG TELINGAN ( EAR PLUG )

 

 

 

Tentang

 

Pelindung telinga sangat dibutuhkan apalagi ketika kita sedang bekerja dalam kondisi suara yang sangat berisik. Jika tidak menggunakan alat ini saat bekerja maka dalam waktu berkepanjangan pendengaran kita bisa terganggu.

 

Fungsi

 

Sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di keadaan bising

 

Keterangan

 

Rata rata lingkungan pekerjaan yang bising seperti bengkel, pabrik, pembangkit tenanga listrik  mempunyai suara yang tinggi jika dilakukan berulang ulang maka pendengaran akan terganggu.

 

 

 

 

  •  SEPATU KARET ( SEPATU BOOT )

 

Tentang

 

Sepatu Karet ( Sepatu Boot ) adalah sepatu yang di desain khusus untuk pekerja yang berada di area basah ( becek atau berlumpur ). Biasanya dipakai untuk pekerja tambang, kilang minyak, kuli bangunan, dan tukang las jalanan 

 

Fungsi

 

Melindungi Kaki dari benda tajam, berat, benda panas, cairan kimia, dan lain lain.

 

Tentang

 

Sepatu Boot biasanya di lapisi dengan metal.

  •  TALI PENGAMANGAN (SAFETY HARNLESS)

 

 

Tentang

Sebenarnya untuk Tali Pengaman saya masih kurang tau tentang ini tapi kegunaannya sangat penting untuk pekerja yang berada di ketinggian. Tali Pengaman juga bisa menjadi penyelamat disaat kita terjatuh😀.

 

 

 

Fungsi

 

sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter.

 

Keterangan

 

Biasa dipakai untuk para pekerja yang berada di ketinggian

 

  •  SARUNG TANGAN ( HAND PROTECTOR)

TIPE ALLFLEX

 

TIPE CONSTRUCTOR

TIPE SUPERPRO

 

Tentang

 

Banyak rupa dan tipe sarung tangan tapi pada dasarnya sarung tangan melindungi tangan kita ketika bekerja disaat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan.

 

Fungsi

 

Sebagai pelindung tangan di area pekerjaan ( Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing .

 

Keterangan

 

Sering dipakai oleh ilmuan, pekerja keras ( kuli dan sebagainya ), kontraktor dan lain sebagainya.

 

  • SEPATU PELINDUNG (SAFETY SHOES)

 

 

Tentang

 

Pada dasarnya sepatu pelindung mirip dengan sepatu biasa hanya bahannya berbeda ( dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat )

 

Fungsi

 

Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

 

 

Keterangan

 

Mirip sepatu boot tapi berbeda bahan dan harganya lebih mahal

 

  • PELINDUNG WAJAH ( FACE SHIELD )

Tentang

Alat yang digunakan untuk melindungi seluruh pemakainya wajah (atau bagian dari itu) dari dampak bahaya seperti benda terbang dan puing puing jalan , percikan kimia (di industri), atau cairan yang berpotensi menular (dalam medis).

Fungsi

Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda)

Keterangan

Mempunyai bahan :

 

Memberikan ketahanan dampak yang sangat baik, kualitas optik, tahan panas dan tahan kimia normal.

Memberikan ketahanan dampak normal, kualitas optik, tahan panas dan ketahanan kimia yang baik.

 

Selain Itu digunakan di dunia manufaktur, medis dan polisi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • JAS HUJAN ( RAIN COAT )

 

 

 

 

Tentang

 

Dipakai untuk melindungi tubuh dari hujan

 

Fungsi

 

Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat).

 

Keterangan

 

Ada terobosan terbaru yaitu jas hujan modern sering dibangun dari bernapas, kain tahan air seperti Gore-Tex atau Tyvek dan dilapisi nilon . Kain ini memungkinkan udara untuk melewati, memungkinkan pakaian untuk ‘bernapas’, sehingga keringat uap dapat melarikan diri. Jumlah menuangkan hujan jas hujan dapat menangani kadang-kadang: perkembangan dalam unit milimeter, meteran air .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi

http://www.kaskus.co.id/thread/5258e6480d8b46277c000000/faktor-penyebab-kecelakaan-kerja/

http://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com/2013/10/pencegahan-kecelakaan-kerja.html

http://isal16.blogspot.com/2012/09/macam-macam-alat-pengaman-diri.html

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: